Sejarah dan Perkembangan Aplikasi LINE

Tekno

Sejarah dan perkembangan aplikasi LINE – LINE dikembangkan oleh perusahaan Jepang bernama NHN Corporation. LINE pertama kali dirilis pada Juni 2011 dan pada awalnya hanya dapat digunakan pada sistem iOS dan Android. Setelah sukses di kedua sistem, LINE memasuki sistem operasi BlackBerry. Kemudian pada tahun 2012 LINE secara resmi meluncurkan aplikasi yang dapat digunakan pada perangkat Mac dan Windows. Keberhasilan LINE sebagai aplikasi pengiriman pesan instan dapat dilihat oleh pengguna yang mencapai 101 juta di 230 negara di seluruh dunia. LINE berada di peringkat # 1 dalam kategori aplikasi gratis di 42 negara, termasuk Jepang, Taiwan, Spanyol, Rusia, Hong Kong, Thailand, Singapura, Malaysia, Makau, Swiss, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan banyak lainnya. LINE akan secara resmi membuka kantor di Indonesia pada pertengahan 2012, dan lokalisasi konten aplikasi Indonesia diharapkan selesai pada 2013.

LINE pada awal versi hanya dapat digunakan pada sistem operasi Android dan iOS pada Juni 2011. Itu mulai memasuki sistem operasi Blackberry ketika berhasil dengan dua sistem operasi sebelumnya. Kemudian, Line secara resmi meluncurkan aplikasi yang dapat digunakan pada sistem operasi Windows dan Mac pada tahun 2012. Kesuksesan garis mulai muncul ketika penggunanya berada di 230 negara di seluruh dunia dan jumlah pengguna mencapai 101 juta. Anda bisa download line for pc di Kompiwin.

Konsumsi publik atas teknologi berarti bahwa perusahaan teknologi selalu berinovasi dengan melahirkan alat-alat canggih yang dapat membantu orang dengan berbagai hal dalam kehidupan mereka. Kebutuhan akan informasi mendorong orang untuk lebih memahami kecanggihan berbagai teknologi yang ada saat ini. Teknologi mencakup banyak hal mulai dari kesehatan, ekonomi, bisnis, dan pendidikan.

Salah satu teknologi komunikasi yang banyak digunakan oleh publik saat ini adalah garis jejaring sosial (Internet). Seluruh masyarakat mengetahui teknologi komunikasi yang disebut jalur jaringan sosial (Internet), dari anak-anak, remaja dan orang tua. Dalam hal ini, masyarakat membutuhkan sarana komunikasi yang lebih efektif, sehingga komunikasi tidak tetap di satu tempat, orang ingin dapat berkomunikasi di mana saja dan kapan saja tanpa harus bertemu muka. Selain situs jejaring sosial ini, pengguna perangkat seluler juga mendapatkan banyak informasi dari layanan internet ini. Dengan jejaring sosial, jalur ini dapat membuka situs apa pun dan di mana orang dapat mengaksesnya dengan lebih mudah. Selain memiliki fungsi alat komunikasi, jajaran jejaring sosial juga menawarkan beberapa fitur dan aplikasi yang sangat menarik dibandingkan aplikasi pesan lainnya.

Pendiri LINE

Itu adalah Lee Hae Jin, seorang pria yang lahir di Seoul, Korea Selatan, pada 14 November 1967. Dia menikah dan memiliki dua anak. Lee Hae Jin memegang gelar Bachelor of Arts dan Science dari Seoul National University dan Master of Science dari Korea Advanced Institute of Science and Technology.

Lee Hae Jin memulai karirnya pada akhir 1992 dengan bekerja di Samsung SDS, anak perusahaan dari grup Samsung. Sebagai seorang jenius dan memiliki masa depan yang cerah dalam bisnis besar, Lee Hae Jin memutuskan untuk pergi dan memulai bisnisnya sendiri yang disebut Naver.

Naver adalah perusahaan mesin pencari seperti Google, dan seiring waktu Naver telah menjadi mesin pencari paling populer di Korea Selatan. Berkat Naver, Korea Selatan adalah salah satu dari banyak negara, termasuk Rusia dan Cina, yang tidak didominasi oleh Google.

Setelah kesuksesannya, Lee Hae Jin tidak berhenti. Dia kemudian menciptakan aplikasi LINE Messenger yang terinspirasi ketika dia melihat orang Jepang berbaris untuk menelepon tak lama setelah gempa bumi 2011.

Pada waktu itu, Jepang menggunakan Internet karena jaringan telepon terputus. Aplikasi LINE sendiri diluncurkan pada 2011 oleh Naver Corp. dan dapat digunakan pada perangkat Android dan iOS. Sejak diluncurkan, aplikasi LINE Messenger telah berkembang pesat, bahkan pada Oktober 2011, LINE kelebihan beban. Pengguna LINE telah mencapai 110 juta di 230 negara di seluruh dunia.

author

Author: 

Related Posts

Comments are closed.